Sabtu, 05 September 2015

I Can't See You

Hello. Long time no see :" . udah setaun gak ngurus blog, dan udah setahun juga ada kesibukan tersendiri . yaitu fangirling .. i've a new idol rn . anddd they're a band . not a boy band. they called 5Second Of Summer aka 5SOS . and now gue mau publish my first fan fiction . ini masih setengah jalan ,doakan saja biar cepet kelar . di blog ini bakal di post beberapa part, di cicil cicil ya biar gak bosen bacanya. maaf kan kalau jelek,atau banyak typo ,maafin kl semua nya pake bahasa indonesia dulu, yg englishnya masih comming soon yha .. dan ini dia .*jengjengjeng teott teott* wkwk. 


                                            ---- I CAN'T SEE YOU PART 1---



Malam itu aku bermimpi, melihatnya ada di ruangan. Dia terlihat sedang menangis begitu juga ku lihat sekitarnya semua orang terlihat terisak menangis lantas apa yang mereka lihat ?

…. Reina POV

Ruangan ini hampa tak ada siapapun kecuali aku dinding dindingnya berwarna puthi,banyak lampu gantung yang menerangi ruangan ini dan di ujung tempat aku berdiri terdapat sebuah cermin besar seukuran tubuhku, lalu tak ada apapun lagi diruangan ini tak ada pintu,jendela atau apapun .aku hanya sendiri disini. Tunggu dulu “aku ini siapa?” kataku heran. Tak ada siapapun di sini hanya ada cermin itu saja , lalu aku berdiri didepan cermin itu , menatap ke arah dimana bayangan ku berada. Saat itu aku mengenakan setelan yang serba putih ,baju dan celana itu tak terasa nyaman di badan ku alias kebesaran dengan ukuran tubuh ku . lalu aku terdiam dan berfikir “dimana aku?” dan kuperhatikan sekelilingku tak ada petunjuk apapun karna ruangan ini tertutup sekali. Seperi sebuah ruangan yang terisolasi dari dunia ini, dan tiba tiba “ apakah aku sudah mati ?” pikir ku begitu. Lantas apa yang harus kulakukan disini .

Sepanjang waktu hanya ku lakukan untuk berfikir tentang pertanyaan pertanyaan yang muncul difikiran ku tanpa menemukan jawabannya dan bercermin. Bahkan aku tak tau berapa lama waktu yang dusah ku habiskan di ruangan ini , apa yang harus aku lakukan adalah sebuah pertanyaan yang menjengkelkan buatku.

…. (now)

“ udah cal, lo gak usah nangis lagi” ucap luke . “ ngga luke , lo gak tau begitu bodohnya gue gak nyadarin apa yang selama ini dia lakuin ke gue? Terus begitu gue tahu  sekarang keadaan kayak gini. Gue gak bakal ninggalin dia sekarang . kalo kalian  mau pulang,pulang sana biar gue yang  disini” bantah calum
Akhirnya luke,Ashton,Michael dan bryana pun pergi meninggalkan calum dan perempuan itu .

… Calum POV

“Reina maaf .karna gue baru menyadarinya , gue pun baru tahu kalau lo ada disini sejak 1 bulan yang lalu “gue berkata begitu sambil menggenggam tangan reina , kulitnya putih dan halus namun terasa dingin ketika bersentuhan dengan tangan gue. gue hanya bisa memandangnya bahkan gue ngomong sendiri ,gak ada respon apapun . Ya gue tahu kalau dia lagu terbaring lemah dia lagi berjuang untuk bertahan hidup . gue menatapnya lemas banyak sekali alat bantu yang menempel di badannya .ya dia koma sejak satu bulan yang lalu. Gue fikir ini semua salah diri gue sendiri


…Reina POV

Aku kembali bercermin berharap sekarang ada petunjuk untuk semua pertanyaan ku tapi ketika aku bercermin tak ada yang berubah. “ apa yang terjadi padaku sebelum aku disini ?” terlintas lagi satu pertanyaan yang sudah jelas aku tak tahu jawabannya , kemudian aku kembali ketempat awal aku duduk memikirkan apa yang terjadi padaku aku memejamkan mataku untuk sesaat. Namun ketika aku memejamkan mata aku bisa melihat disana ada sebuah pesta perayaan, aku menggunakan gaun putih cantik da nada sosok laki-laki yang menunggu ku ,aku berjalan ke arah nya ,sesampai nya aku menepuk bahunya ,dia berpaling ke arah ku dan aku terbangun dari lamunanku. Aku sontak kaget dengan apa yang terjadi di ruangan ini .
“apa yang terjadi selama aku melamun “ tiba tiba saja di ruangan ini terdapat beberapa pintu jika ku hitung jumlah nya ada 42 pintu dan disetiap pintu tertulis angka-angka yang berurutan. Aku berfikir angka itu menunjukan tanggal , itu sebuah petunjuk buat ku untuk mengenali siapa aku yang sebenarnya. Aku menghampiri pintu yang bertuliskan 08/06/15 itu adalah angka paling muda yang ada di antara 41 pintu lainnya . sebelum aku membukanya aku  memejamkan mata dan berdoa agar” apapun yang terjadi nanti semoga aku tidak mati lagi” ketika aku membuka pintu itu tiba tiba saja aku berada di ruangan . yang pertama kali kulihat adalah diriku sendiri sedang terbaring diatas kasur
“apa aku sedang tidur?” tanyaku kepada diriku itu .tapi tak ada jawaban
Lalu aku melihat 4 orang yang sedang menangis . mereka menangis kepadaku mereka menangis melihat keadaanku .padahal aku hanya tertidur tapi mereka menangis . “ ah aku bisa gila ada disini”lalu aku hanya bisa memperhatikan 4 orang itu yang sedang menangis dan terkadang mereka berbicara satu sama lain.
“apa yang harus kita lakukan ash” Tanya bryana “aku gak tahu hanya saja aku tak bisa membiarkan calum mengetahui kalau reina sedang koma”ashton menjawab ragu
“calum tak perlu tahu hal ini, bukankah kalau calum berada disini hanya membuat reina sedih? tak bisakah kalian membiarkan reina tenang ,bahkan disaat seperti ini haruskah reina menangis melihat calum datang berdua samaallin  Apa kurang lama buat reina memendam perasaannya selama 3 tahun ini?”ucap Michael sambil terisak.
“gini saja , ini gue lakukan untuk reina . gue bakal buat cal sadar kalo reina satu satunya cewek yang peduli sama dia ,setelah itu baru beritahu calum bahwa reina lagi koma disini”usul luke . “kita terkesan jahat kalo”jawab bryana. “oh justru engga, ini adalah cara terbaik yang bisa kita lakukan buat reina. Lebih jahat mana calum yang mengabaikan perasaan reina, bisa gue tebak bahkan cal gak nyadar kalau reina suka sama dia ,walaupun reina tahu calum memilih allin sebagai pacarnya”balas luke“ terus kita harus memulai dari mana” Tanya ashton

 semua orang pun terdiam untuk berfikir disaat yang sama aku berjalan kea rah jendela yang masih terbuka, aku menatap langit yang senja ,”indahnya” gumamku dan disaat yang bersamaan angin berhembus begitu kencang, memasuki ruangan ini . angin sore ini  terasa dingin dan ‘prangg!!’ itu suara jendela yang terbentur diding luar sontak semua orang langsung kaget dan berpaling ke arah ku dan satu laki laki menghampiriku ,namanya Michael aku tahu nama nya baru saja ketika aku sampai di ruangan ini, kurasa mereka mereka ini sahabat sahabat ku. Semakin dia berjalan menghampiriku 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar