Tampilkan postingan dengan label fan fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fan fiction. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

I Can't See You Pt.3

HI OR HEY
lama ga update and here is the new chapter of my absurd fan fiction
i have no idea buat ngelanjutin cerita ini , tapi sedang ku coba yaaa, jujur aja ff ini terlalu serius dan bahasanya masih kaku banget (maklum amatir ), di chapter selanjutnya maybe ku bakal ganti gaya bahasa nya jadi lebih santai .
 pls nad emang ada yg mau baca blog ini. 
huftlah

chapter ini gak bakal aku post disini tapi di akun wattpad ku , sebenernya dari awal emang udah di post di watty tp entah mengapa ku ingin post juga di blog xoxo...
if you want to read click the link bellow

https://www.wattpad.com/182944366-i-can't-see-you-three

p.s . comment and vote pls, i lava u xoxo

thank you



Senin, 14 September 2015

I Cant See You part 2

semua orang pun terdiam untuk berfikir, disaat yang sama aku berjalan ke arah jendela yang masih terbuka, aku menatap langit  senja ,"indahnya" gumamku dan disaat yang bersamaan angin berhembus begitu kencang, memasuki ruangan ini . angin sore ini  terasa dingin dan 'prangg!!' itu suara jendela yang terbentur diding luar sontak semua orang langsung kaget dan berpaling ke arah ku dan satu laki laki menghampiriku ,namanya Michael aku tahu nama nya baru saja ketika aku sampai di ruangan ini, kurasa mereka mereka ini sahabat sahabat ku.

Semakin dia berjalan menghampiriku semakin aku pejamkan mataku.ya aku takut. Lalu Michael menutup jendela tersebut dan menguncinya agar tak terbawa angin lagi .setelah itu dia menatap langit ,sama sepertiku. Sekarang Michael berada di dekatku. Kuperhatikan dia lebih dekat ,lebih dekat sehingga aku bisa mencium aroma tubuhnya .sangat manis dan lembut lalu kucoba menggenggam tangannya dan memanggilnya 'Michael' dan tak ada respon selama beberapa detik.

Lalu aku meninggalkan Michael baru beberapa langkah namun ada suara Michael yang terdengar  "hei gue kayak merasakan kehadiran reina disini"
"Michael lo sakit? Lo gak liat ada reina disini? Dia lagi terbaring" ucap bryana.
"kalian gak bisa ngerasain kehadirannya?" cetus michael .

sementara mereka berbincang aku menghampiri tubuhku yang terbaring lemas ,aku hanya memperhatikannya kemudian mulai merasakan kulitnya ,begitu dingin . lalu ashton berjalan menghampiri ranjang tidurku dan berkata 
"hei reina, liat deh kita semua ada disini,kecuali cal. Tau gak  ,kita khawatir sama lo udah seminggu lo gak bangun.cepet sadar ya rei"

aku hanya menangis melihat apa yang sedang terjadi . teman temanku tak bisa melihat ku . mereka tak bisa melihat kehadiranku disini .mereka tak bisa merasakan kalau aku menyentuhnya. Dan aku hanya melihat tubuhku sedang terbaring lemas dan tiba tiba saja aku melihat, aku yang terbaring meneteskan airmata.
"reina? Hei dia baru saja meneteskan airmata "kata ashton ,langsung saja luke,bryana dan Michael menghampiri ranjang tidurku, mereka terlihat kaget lalu beberapa detik kemudian tersenyum.

"luke panggilin dokter" kata bryana . "oke" jawab luke lalu pergi .

Tak lama kemudian dokter menghampiri ruanggan dimana aku di rawat
Memang baru saja aku melihat diriku ikut menangis, ya. Kami berdua menangis disaat yang bersamaan ,kala itu juga aku menyimpulkan bahwa  emosi kita masih terhubung astu sama lain, oh tidak, bukan emosi aku rasa batin atau perasaan kita masih tersinkronisasi satu sama lain walaupun tubuh dan jiwa kami terpisah aku menyimpulkan begitu lama sampai sampai tak sadar,dokter tengah memeriksa tubuhku

"dok baru saja reina meneteskan airmata , apa yang terjadi?"Tanya luke setelah dokter memeriksa tubuhku ini 

"tak apa , ini adalah respon ketika pasien koma ,terkadang pasien memberikan respon tertentu seperti gerakan jadi atau meneteskan airmata. Ini sering terjadi antara jiwa dan tubuh mereka masih saling sinkronisasi . Berdoa saja lah ,reina sedang berjuang. Mungkin" jawab sang dokter. Setelah itu dokter pergi dari ruangan ini kulihat Michael mengatakan terimakasih kepadanya

"jadi begini rencanaku " sambung luke dan menjelaskan semua rencananya.

Aku hanya mendengarkan percakapan mereka , dari apa yang ku dengar mereka sering kali menyebut nama calum/cal lantas siapa calum sebenarnya , apa hubungan ku dengannya . apa dia yang menyababkan aku seperti ini ? setelah luke menyelesaikan penjelasannya lantas mereka semua berdiri dari sofa dan menghampiriku

"Reina kita pulang dulu , besok hanya aku yang datang ke sini. Kita akan menjalankan rencana itu , ini semua kita lakukan untukmu, segeralah bangun ya " ucap Michael kepadaku yang sedang terbaring. "dah reina" sambung luke ,ashton dan bryana

Seperginya mereka aku membuntuti luke hingga kerumahnya ,tanpa sepengetahuannya ku ikuti dia sampai kekamarnya. Kamar luke terlihat bagus , rapih buat seukuran remaja laki laki , semua buku buku tertata di rak bertingkat ,sepatu berjejer di sudut dinding. Ada sebuah tv dan playstasion di sebrang ranjangnya .

jendela  tepat berada di samping kanan kasur, masih terbuka dan angin berhembus lembut hungga rambutku terbawa arusnya. Lalu kulihat sebuah bingkai foto terpajang di rak bertingkat itu. Aku melihat banyak foto dirinya , ada foto dimana ada 4 laki laki yang berjejer. Memamerkan giginya bisa ku tebak 2 dari mereka adalah ashton dan Michael , tapi yang satu lagi aku ragu ,lantas ku berfikir apakah dia calum?

“ hei cal. Kira kira sabtu ini ada acara ? " tiba tiba saja kudengar luke berbicara.

Oh dia sedang video call . "cal?!"  apa dia menyebut nama calum? Tak banyak fikir aku menguping percakapan mereka  dan duduk di samping luke  dan menghadap ke layar ponselnya.

Terpampang jelas wajah nya disana . dia kah orang yang bernama calum? pikir ku.

calum's POV
Tak terpikirkan oleh ku ,baru saja aku sampai di rumah allin tiba tiba
*dreet dreeet * incoming video call from  luke hemmings

"shit . not at this time badboy" kataku kesal  tanpa banyak cakap ku angkat dan 

" ya , what do u want ?" sapaku.  

"hei cal. Kira kira sabtu  ada acara ? "timpa luke.

 " hmm ,kayaknya engga . tapi tergantung allin sih " jawab gue

" reina. Dia bakal pergi buat sementara , gue sama the boys + bryana mau nganter ke airport,dan gatau baliknya kapan , but dia janji bakal balik. Hari terakhir ketemu . wanna go out with us ?"

Sabtu, 05 September 2015

I Can't See You

Hello. Long time no see :" . udah setaun gak ngurus blog, dan udah setahun juga ada kesibukan tersendiri . yaitu fangirling .. i've a new idol rn . anddd they're a band . not a boy band. they called 5Second Of Summer aka 5SOS . and now gue mau publish my first fan fiction . ini masih setengah jalan ,doakan saja biar cepet kelar . di blog ini bakal di post beberapa part, di cicil cicil ya biar gak bosen bacanya. maaf kan kalau jelek,atau banyak typo ,maafin kl semua nya pake bahasa indonesia dulu, yg englishnya masih comming soon yha .. dan ini dia .*jengjengjeng teott teott* wkwk. 


                                            ---- I CAN'T SEE YOU PART 1---



Malam itu aku bermimpi, melihatnya ada di ruangan. Dia terlihat sedang menangis begitu juga ku lihat sekitarnya semua orang terlihat terisak menangis lantas apa yang mereka lihat ?

…. Reina POV

Ruangan ini hampa tak ada siapapun kecuali aku dinding dindingnya berwarna puthi,banyak lampu gantung yang menerangi ruangan ini dan di ujung tempat aku berdiri terdapat sebuah cermin besar seukuran tubuhku, lalu tak ada apapun lagi diruangan ini tak ada pintu,jendela atau apapun .aku hanya sendiri disini. Tunggu dulu “aku ini siapa?” kataku heran. Tak ada siapapun di sini hanya ada cermin itu saja , lalu aku berdiri didepan cermin itu , menatap ke arah dimana bayangan ku berada. Saat itu aku mengenakan setelan yang serba putih ,baju dan celana itu tak terasa nyaman di badan ku alias kebesaran dengan ukuran tubuh ku . lalu aku terdiam dan berfikir “dimana aku?” dan kuperhatikan sekelilingku tak ada petunjuk apapun karna ruangan ini tertutup sekali. Seperi sebuah ruangan yang terisolasi dari dunia ini, dan tiba tiba “ apakah aku sudah mati ?” pikir ku begitu. Lantas apa yang harus kulakukan disini .

Sepanjang waktu hanya ku lakukan untuk berfikir tentang pertanyaan pertanyaan yang muncul difikiran ku tanpa menemukan jawabannya dan bercermin. Bahkan aku tak tau berapa lama waktu yang dusah ku habiskan di ruangan ini , apa yang harus aku lakukan adalah sebuah pertanyaan yang menjengkelkan buatku.

…. (now)

“ udah cal, lo gak usah nangis lagi” ucap luke . “ ngga luke , lo gak tau begitu bodohnya gue gak nyadarin apa yang selama ini dia lakuin ke gue? Terus begitu gue tahu  sekarang keadaan kayak gini. Gue gak bakal ninggalin dia sekarang . kalo kalian  mau pulang,pulang sana biar gue yang  disini” bantah calum
Akhirnya luke,Ashton,Michael dan bryana pun pergi meninggalkan calum dan perempuan itu .

… Calum POV

“Reina maaf .karna gue baru menyadarinya , gue pun baru tahu kalau lo ada disini sejak 1 bulan yang lalu “gue berkata begitu sambil menggenggam tangan reina , kulitnya putih dan halus namun terasa dingin ketika bersentuhan dengan tangan gue. gue hanya bisa memandangnya bahkan gue ngomong sendiri ,gak ada respon apapun . Ya gue tahu kalau dia lagu terbaring lemah dia lagi berjuang untuk bertahan hidup . gue menatapnya lemas banyak sekali alat bantu yang menempel di badannya .ya dia koma sejak satu bulan yang lalu. Gue fikir ini semua salah diri gue sendiri


…Reina POV

Aku kembali bercermin berharap sekarang ada petunjuk untuk semua pertanyaan ku tapi ketika aku bercermin tak ada yang berubah. “ apa yang terjadi padaku sebelum aku disini ?” terlintas lagi satu pertanyaan yang sudah jelas aku tak tahu jawabannya , kemudian aku kembali ketempat awal aku duduk memikirkan apa yang terjadi padaku aku memejamkan mataku untuk sesaat. Namun ketika aku memejamkan mata aku bisa melihat disana ada sebuah pesta perayaan, aku menggunakan gaun putih cantik da nada sosok laki-laki yang menunggu ku ,aku berjalan ke arah nya ,sesampai nya aku menepuk bahunya ,dia berpaling ke arah ku dan aku terbangun dari lamunanku. Aku sontak kaget dengan apa yang terjadi di ruangan ini .
“apa yang terjadi selama aku melamun “ tiba tiba saja di ruangan ini terdapat beberapa pintu jika ku hitung jumlah nya ada 42 pintu dan disetiap pintu tertulis angka-angka yang berurutan. Aku berfikir angka itu menunjukan tanggal , itu sebuah petunjuk buat ku untuk mengenali siapa aku yang sebenarnya. Aku menghampiri pintu yang bertuliskan 08/06/15 itu adalah angka paling muda yang ada di antara 41 pintu lainnya . sebelum aku membukanya aku  memejamkan mata dan berdoa agar” apapun yang terjadi nanti semoga aku tidak mati lagi” ketika aku membuka pintu itu tiba tiba saja aku berada di ruangan . yang pertama kali kulihat adalah diriku sendiri sedang terbaring diatas kasur
“apa aku sedang tidur?” tanyaku kepada diriku itu .tapi tak ada jawaban
Lalu aku melihat 4 orang yang sedang menangis . mereka menangis kepadaku mereka menangis melihat keadaanku .padahal aku hanya tertidur tapi mereka menangis . “ ah aku bisa gila ada disini”lalu aku hanya bisa memperhatikan 4 orang itu yang sedang menangis dan terkadang mereka berbicara satu sama lain.
“apa yang harus kita lakukan ash” Tanya bryana “aku gak tahu hanya saja aku tak bisa membiarkan calum mengetahui kalau reina sedang koma”ashton menjawab ragu
“calum tak perlu tahu hal ini, bukankah kalau calum berada disini hanya membuat reina sedih? tak bisakah kalian membiarkan reina tenang ,bahkan disaat seperti ini haruskah reina menangis melihat calum datang berdua samaallin  Apa kurang lama buat reina memendam perasaannya selama 3 tahun ini?”ucap Michael sambil terisak.
“gini saja , ini gue lakukan untuk reina . gue bakal buat cal sadar kalo reina satu satunya cewek yang peduli sama dia ,setelah itu baru beritahu calum bahwa reina lagi koma disini”usul luke . “kita terkesan jahat kalo”jawab bryana. “oh justru engga, ini adalah cara terbaik yang bisa kita lakukan buat reina. Lebih jahat mana calum yang mengabaikan perasaan reina, bisa gue tebak bahkan cal gak nyadar kalau reina suka sama dia ,walaupun reina tahu calum memilih allin sebagai pacarnya”balas luke“ terus kita harus memulai dari mana” Tanya ashton

 semua orang pun terdiam untuk berfikir disaat yang sama aku berjalan kea rah jendela yang masih terbuka, aku menatap langit yang senja ,”indahnya” gumamku dan disaat yang bersamaan angin berhembus begitu kencang, memasuki ruangan ini . angin sore ini  terasa dingin dan ‘prangg!!’ itu suara jendela yang terbentur diding luar sontak semua orang langsung kaget dan berpaling ke arah ku dan satu laki laki menghampiriku ,namanya Michael aku tahu nama nya baru saja ketika aku sampai di ruangan ini, kurasa mereka mereka ini sahabat sahabat ku. Semakin dia berjalan menghampiriku